Lomba Menyanyi Unitri, Juri : Menjaga Budaya Bangsa Melalui Lagu Nasional

 

Foto bersama tim juri dalam lomba menyanyi lagu nasional antar pelajar se-Malang Raya

Papyrus - Pusat Studi Wawasan Kebangsaan (Pusdiwasbang) Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang, mengadakan lomba menyanyi lagu nasional antar pelajar SMA-SMK se-Malang raya yang bertempat di Gedung Olahraga (GOR) Sabtu, (02/10/2021).

Kegiatan tersebut, merupakan acara penutup dari rangkaian peringatan hari lahir Pancasila, hari Kemerdekaan Republik Indonesia dan hari Kesaktian Pancasila yang bekerja sama dengan Gerakan Siswa Nasional Indonesia (GSNI).

Diketahui juara satu dalam lomba tersebut diraih oleh Nadhila Wina Ayu Laila dari SMK PGRI 3 Malang. Nadila membawakan lagu wajib Indonesia Raya, Rayuan Pulau Kelapa dan lagu pilihan Pancasila Rumah Kita dengan sangat baik. Dengan penampilannya Nadila mampu memukau hati para juri.

Ketua Pusdiwasbang Unitri Rikawanto Eko Muljawan dalam sambutannya pada acara tersebut, menyampaikan bahwa generasi muda jangan sampai melupakan lagu-lagu nasional.

"Perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat dapat menimbulkan masuknya budaya asing yang belum tentu sesuai dengan budaya kita. Untuk itulah Pusdiwasbang Unitri mengajak generasi muda, khususnya pelajar untuk menjaga budaya bangsa, salah satunya adalah menjaga lagu-lagu nasional," tegasnya.

Salah satu dosen Dwi Asnawi NH dari AFA Production sebagai juri pertama menuturkan, bahwa saat ini teknologi informasi sangat cepat sehingga mengkhawatirkan generasi-generasi sekarang lupa akan lagu-lagu nasional.

"Generasi-generasi sekarang dikhawatirkan mulai meninggalkan atau tidak tahu dengan lagu nasional. Maka dengan lomba ini, khususnya pelajar tetap mengingat lagu-lagu nasional," harapnya.

Dwi juga mengungkapkan, syukur karena hari ini babak final lomba menyanyi  diselenggarakan secara offline dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

"Sebenarnya takut-takut juga menyelenggarakan kegiatan dimasa pandemi, tetapi Alhamdulillah dengan memperhatikan protokol kesehatan semuanya berjalan dengan baik," ucapnya.

Dwi menyampaikan peserta yang hadir pada babak final ini ada empat, mengingat situasi dan kondisi yang belum memungkinkan untuk menghadirkan banyak peserta.

"Hari ini adalah babak final, dari dua puluh empat peserta diambil empat peserta untuk tampil final hari ini. Karena memang situasi covid sehingga tidak bisa mengumpulkan banyak orang," jelasnya.

Selain itu, juri kedua Hendro B.L. dari Radar Indonesia mengatakan, bahwa acara ini sangat bagus untuk menarik perhatian generasi muda akan cinta tanah air.

"Jadi memang perlu ditumbuhkan kembali acara-acara seperti ini untuk menggandeng generasi muda untuk bisa lebih cinta pada tanah air lewat seni, itu rasanya lebih masuk," pungkasnya.

Hal serupa juga disampaikan juri ketiga Untsa Nabila, penyanyi alumni Idola Cilik 3 menegaskan harapannya agar lomba menyanyi lagu nasional bisa dilestarikan.

"Lomba seperti itu harus terus digerakkan, dilakukan agar kita bisa menggali potensi dari masing-masing mahasiswa atau anak-anak SMA-SMK yang sebelumnya belum pernah mengikuti lomba-lomba apalagi lagu nasional," tutupnya. (Tesin)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.