Aspirasi Mahasiswa, Diterima Kampus Dengan Terbuka

 

Sedang berlangsungnya koalisi mahasiswa

Papyrus - Koalisi Mahasiswa Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang, mengadakan diskusi publik. Menyuarakan aspirasi mahasiswa atas ditariknya keringanan SPP 20%. Kampus menjawab dengan kepala dingin dan terbuka. 

Seluruh mahasiswa mendesak agar pencabutan SPP 20% tetap diadakan. Berjalan seperti sebelumnya pemotongan atau keringanan yang telah dilaksanakan sepanjang pandemi. 

Koordinator lapangan (Korlap) Wilfriadus Ombe menyatakan aspirasi yang diangkat. Sebagai bentuk perwakilan dari mahasiswa yang kurang mampu. "Sebenarnya diskusi ini adalah bentuk tindak lanjut atas isu yang tersebar di kampus dan juga terkait aspirasi resmi yang sudah sempat di sampaikan oleh koalisi Mahasiswa melalui pihak Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) kepada kampus," tuturnya.

Wilfridus sangat berharap adanya tindak lanjut dari pihak kampus terkait aspirasi yang disampaikan, namun jika tidak ditindaklanjuti maka koalisi Mahasiswa akan Mengadakan aksi.

Oktaviana Kelen salah satu peserta diskusi publik menyampaikan, mungkin pihak kampus bisa mempertimbangkan lagi. Terkait isu yang sedang terjadi. "Melihat perekonomian belum stabil. Kemungkinan akan daring kembali serta mempertimbangkan pulsa data yang diperlukan oleh mahasiswa," sampainya. 

Kepala biro kemahasiswaan Dr. Zuhdi Ma'sum S.T., M.T. menegaskan heregistrasi sekarang menjadi awal pertama menuju normal. "Terkait perkuliahan semester ini, sudah ada surat edarannya. Akan diadakan secara daring/luring. Maka itu juga akan menjadi pertimbangan heregistrasi mendatang," tegasnya.

Ia juga menambahkan, pembelajaran akan datang menjadi tolak ukur peradaban. Apakah menjadi luring atau daring. Sehingga heregistrasi yang tahun ini di bayarkan menjadi simpanan mereka disemester akan datang. (Maria Vianey Sutanti/Jesika eferasia Darma Yanti/Rinda Aulia Putri/Siti Ayu devina)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.