HIMPAS Unitri Gelar Diskusi Publik Soroti Ekonomi Politik dan Kepentingan Rakyat Elit

Ketua HIMPAS Yohanes Bhoka Pega menyerahkan sertifikat penghargaan seusai kegiatan kepada pembicara Dr. Yustina Ndung, S.Pd., M.Si.

Papyrus- Himpunan Mahasiswa Pascasarjana (HIMPAS) Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang menggelar Diskusi Publik bertajuk “Ekonomi Politik & Kebijakan Publik: Kepentingan Rakyat Vs Elit” Sabtu (7/2/2026).

Kegiatan yang berlangsung di ruangan Lab Ilmu Komunikasi Unitri dihadiri dan dibuka langsung oleh Wakil Dekan Pascasarjana Unitri Dr. Cahyo Sasmito, SH., M.Si dengan Narasumber Dr. Yustina Ndung, S.Pd., M.Si dosen FISIP Unmer, diikuti oleh Mahasiswa pascasarjana Unitri dan perwakilan Organisasi Mahasiswa (Ormawa) se-Unitri.

Dr. Yustina menjelaskan bahwa kebijakan publik merupakan hasil dari proses politik yang tidak dapat dipisahkan dari kepentingan ekonomi. menurutnya, setiap kebijakan perlu dianalisis secara kritis untuk melihat dampak, risiko, dan distribusi manfaatnya.

"Kebijakan publik tidak bisa dilihat hanya dari niat baiknya, tetapi harus diuji siapa yang paling diuntungkan, apakah masyarakat luas atau kelompok elit,” ujarnya.

Ia juga menyoroti tiga program utama pemerintah, yakni sekolah rakyat, makan bergizi gratis, dan koperasi merah putih. Ketiga program tersebut dinilai perlu dianalisis berbasis data dan pengamatan lapangan untuk memastikan

"kebijakan tidak bersifat simbolik. Program makan bergizi gratis, misalnya, perlu dievaluasi dari sisi pelaksana dan distribusinya agar tepat sasaran. Selain itu, program sekolah rakyat juga dipertanyakan urgensi dan keberlanjutannya, mengingat sekolah negeri pada dasarnya sudah menyediakan pendidikan gratis

Menurut Dr. Yustina, kajian lebih lanjut diperlukan untuk melihat sektor yang memimpin kebijakan serta dampak jangka panjangnya bagi masyarakat.

Dalam diskusi berlangsung ia juga menyinggung respons masyarakat yang beragam terhadap program pemerintah. Di satu sisi, masyarakat menyambut positif perhatian negara, namun di sisi lain muncul sikap kritis terkait potensi pengelolaan program oleh kelompok tertentu.

Dr. Yustina juga menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam mengawal kebijakan publik melalui kajian ilmiah. Ia mendorong mahasiswa untuk meneliti data dan realitas lapangan, serta menuangkan hasil analisis dalam bentuk artikel sebagai masukan bagi pemerintah.

“Perubahan sistem harus dilakukan dari dalam sistem itu sendiri melalui kajian yang kritis dan berbasis data,” tegasnya.

Ketua  HIMPAS Yohanes Bhoka Pega menyampaikan tujuan mengangkat topik "Ekonomi Politik dan Kebijakan Publik: Kepentingan Rakyat Vs Elit" dalam upaya sebagai komunitas akademik untuk memperdalam pemahaman konsep - konsep ekonomi politik dalam proses pembuatan publik dan menelaah seberapa besar pengaruh ekonomi mempengaruhi keputusan - keputusan kebijakan.

Ia juga berharap HIMPAS bisa memberikan manfaat dan dampak dalam penguatan kapasitas teoritis dan praktik - praktik analisis kebijakan di mahasiswa Pascasarjana Unitri, tutupnya.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.