Dibalik Juara 2 Nasional: Mengulik Otak-Atik Konsep Sensitif Film 'Rindu' Karya Alumni Unitri
Papyrus-Rancangan awal konsep program pembuatan sinema film pendek 'Rindu', yang diproduksi oleh tim ORBITRA creative merai Juara 2 festival film Santri Nasional 2026. Oleh Alumni Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang. Yang diselenggarakan oleh Pesantren Fest bersama Nahdlatul Ulama dan Rabithah Ma'ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI-NU). Di Pontianak Kalimantan Barat.
Ide Sinema film pendek 'Rindu' ini, sebenarnya diangkat dari pengalaman pribadinya Produser Febrian Maulana. Kebetulan ia sejak itu tinggal di Pondok pesantren darunna'im pontianak selama (6) dan pastinya sudah belajar tentang mensuci atau menyucikan, sampai sutradara juga berpikir hal yang sama.
Kenapa tidak dianggap hal-hal seperti itu, dapat mensucikan, mungkin, awal konsep dirancang kami berpikir sangat ribet untuk diproduksi.
Karena kami sudah tidak terlalu, memikirkan hal itu, yang dipikirkan bahwa, babi adalah makanan yang sangat haram.
Rian menyampaikan bahwa, Babi merupakan makanan haram dan juga sangat mahal.
"Jujur saya juga tidak tahu, kalau orang menjual babi.
Karena babi adalah poin utama di shoot film pendek 'Rindu'," Ungkapnya Rian pada Jumat (18/09/26)
Mensucikan hal haram memang sangat sensitif apalagi dengan juri yang berdomisili di Jawa dan identitasnya Agama Muslim.
Jika babinya dipegang dari tangannya agama Islam, maka mereka akan dianggap bahwa, mereka terkena najis.
Dalam kitab Al-Qur'an menyampaikan bahwa ketika seorang anak yang non-Islam akan rindu dengan kampung halamannya atau masakan orang tuanya, merasa berat untuk bertahan, maka akan di fasilitas sesuai kebutuhan yang sedang diinginkan tapi harus mentaati tradisi yang ada di kalangan Non-muslim.
Setelah makan, alat bekas dari babi tidak dicuci secara sekali. Rian menyampaikan bahwa, ada tata caranya sendiri, untuk mencuci piring, yakni tujuh kali membersihkan dengan menggunakan tangan, setelah dicuci jawabnya sudah.
Joseph, bertipikal dengan berdominan ibadah dan merasa tidak nyaman. Jadi, Kami menyesuaikan, dari setiap karakter pemeran, ketika di seleksi, Sinky Oby, dari Agama Kristen Katolik cocok untuk menjadi talent dalam film 'Rindu' film tersebut menunjukkan bahwa toleransi dari kebersamaannya dan Sekaligus memperkenalkan serta mengingat kembali masakan Orang tua.
Rian menjelaskan awal mulai perjalanan rancangan program film 'Rindu' ini bukan saya sendiri yang rancang namun ada orang yang membantu saya yaitu Andi Kurniawan Saputra untuk memberikan pencerahan sekaligus membantu produksi film dan ditempatkan sebagai Sutradara, Penulis naskah, sekaligus editor.
"Sejak bulan Agustus, tanggal belasan, saya ketemu Fathur Rahman dalam Studio TV dan Film, dan menawarkan dia, apakah Fatur bisa jadi talent dari agama Islam dalam program festival film pendek 'Rindu' ? Awalnya Fatur menolak tawarannya, dengan alasan, karena dia juga sedang memproduksi film disantri. Tapi katanya Rian, saya pernah Sekolah Menengah Pertama (SMP) Pondok pesantren darunna'im pontianak Kalimantan Barat disana dan pastinya bisa, jika saya tawarkan pihak penyelenggara, kalau seperti begitu, saya terima penawaran ini," Ungkapnya Rian
Sebelum Konsul filmnya ke pihak penyelenggara kami minta review sama dosen Ilmu Komunikasi dari Konsentrasi Tv dan Film yaitu Pak Abdul Gohur, ia koreksi dari scene satu, ternyata ada scene yang mengulang. Kata Rian mengulang karena kerjaannya sutradara Andi, ia menyampaikan scene ini sebagai penegasan.
"Hubungi pihak penyelenggara pesantri dan menanyakan tentang filmnya.
Rian filmnya tentang apa ?
Tentang 'Rindu' dan pada akhirnya lolos. Setelah di ACC Kami bingung di pra-produksi, tagnya seperti bagimana dan menggunakan daging apa. Kebetulan, sejak 18 Agustus 2026, orang tua saya datang dari Kalimantan dan sempat bawa daging dendeng," ungkapnya Rian
Ia menyampaikan bahwa daging tersebut dapat membantu kami dan pada akhirnya, kami jadikan daging dendang sebagai daging babi. Kenapa sampai kami jadikan dendang sebagai properti utama kami dalam film tersebut, karena melihat dengan latar belakang pemeran dan juri yang beragama Muslim.
Setelah produksi film pendek 'Rindu' selesai Rian Percaya diri (PD) sedikit dan berpikir sampai mentok, palingan jadi film terbaik atau terfavorit, "karena sejak itu juga saya minta support dari teman -teman dan dari dosen Program Studi Ilmu Komunikasi untuk bantu like dan Komen setelah diposting ke Instagramnya, dalam waktu yang singkat Film tersebut melonjak dari tayangannya 100 hingga sampai 5000. Saya percaya bakal jadi masuk film terfavorit," ungkapnya Rian
Setelah beberapa hari kemudian, Rian mendapatkan informasi dari panitia, bahwa, selamat produser Febrian anda masuk nominasi film festival juara 2 santri nasional 2026. ORBIRA Creatif memperoleh hadiah uang tunai sebesar Rp. 2 juta, sertifikat, trofi dan piala penghargaan.
"Ia dengan bahagia menemui tim produksi ORBITRA dan menyampaikan kepada teman -temannya, kita masuk nominasi juara 2 festival film pendek 'Rindu' santri nasional 2026, kemudian kami teruskan informasinya ke grup Prodi Ilmu Komunikasi supaya dosen-dosen juga pada senang terutama dosen Kepala Program Studi (KPS)," katanya Rian pada Jumat (18/09/26) saat di Interview
Pesannya buat teman -teman yang konsentrasi Tv dan Film jika ada kendala dalam proses pembuatan film, jangan pernah takut untuk memulainya karena kita sebagai produser harus banyak korban mulai dari waktu, finansial hingga sampai membentuk tim. Yang namanya orang sukses itu harus gagal dulu, menerima kegagalan, menerima resiko. Jadi teruslah berjuang tidak ada kata terlambat kata terlambat jika kita tidak berusaha lagi.
"Jangan pernah merasa minder jangan pernah takut berkarya.
Teruslah berkarya, walaupun orang bilang jelek, tidak bagus. Jadikanlah itu sebagai batu loncatan," pungkasnya. (Hendrika)

Tidak ada komentar