Malang

ORDA

Human Interest

Recent Posts

Bangun Himakom Lebih Baik, Dosen Ikom Terima Kritik Saran Mahasiswa

Add Comment
Acara meet and greet komunikasi, ruang sharing antar mahasiswa dan dosen, di Grahadi Utomo, Unitri Malang, pada kamis, (16/05)- eman

Lpm-papyrus.com- Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (Himakom), Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang adakan kegiatan Meet and Greet di Grahadi Utomo. Dalam acara tersebut, dosen prodi ilmu komunikasi membuka diri atas koreksi, saran dan curhatan dari mahasiswa Ilmu komunikasi. Semua dilakukan demi masa depan himakom yang lebih baik, Kamis (16/05).

Fathul Qorib, Kepala Program Studi (KPS) menyampaikan, poin penting dari kegiatan tersebut adalah mengajak mahasiswa prodi Ilmu komunikasi agar berperan aktif dalam mendukung perkembangan prodi Ilmu komunikasi kedepannya.

"Jadi, kita ingin mahasiswa itu berperan aktif untuk perkembangan prodi komunikasi, kita bisa katakan prodi itu sebagai perusahaan dan mahasiswa sebagai produknya. Keberhasilan prodi itu jika mahasiswanya berhasil, proses pembelajarannya disini adalah mahasiswa menyampaikan konfirmasi atau curhatan dan saran kepada prodi dan kita menyediakan ruang untuk mahasiswa, sehingga pada akhirnya kita bersama-sama membangun prodi kedepannya lebih baik," ujarnya.

Meski demikian, Qorib juga menilai bahwa dalam acara sedikit mahasiswa yang menyampaikan argumentasi kepada dosen, sehingga pihak prodi akan berusaha mencari alternatif lain, dengan menyediakan kotak saran kepada mahasiswa Ilmu komunikasi untuk menyampaikan keluh kesahnya," ujarnya.

"Mungkin karena kurang ada kesiapan untuk mengikuti kegiatan dari hari-hari sebelumnya, sehingga hari ini tidak banyak yang menyampaikan argumennya. Oleh karena itu, pihak prodi akan menyediakan kotak saran untuk mahasiswa-mahasiswa barang kali ada yang mau menyampaikan unek-unek silakan di masukan tanpa ada nama," tutur Fathul.

Fathul juga mengharapkan agar mahasiswa  tetap adakan kegiatan meet and greet pada tahun yang akan datang karena kegiatan tersebut bisa membawa himakom yang lebih baik.

"Sejak saya masuk Unitri, saya kira kegiatan seperti ini tidak ada, sehinggga kegiatan ini bagus dan baik maka harus di teruskan dan di lanjutkan tahun depan," harapnya.

Hal tersebut dibenarkan oleh ketua himpunan mahasiswa jurusan (HMJ) Ikom, Asra bulla, kegiatan tersebut baru pertama kali diadakan di kampus Unitri oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi dan hal itu bagus. Karena baginya, kegiatan itu akan menjadi ruang untuk sharing demi kemajuan prodi Ilmu komunikasi itu sendiri.

"Saya pikir acara sharing meet and greet ini baru tahun ini ada di Unitri, hal ini menunjukan bahwa program studi membuka diri untuk sharing demi kemajuan prodi Ilmu komunikasi itu lebih baik," tuturnya.

Asra juga mengharapkan agar kegiatan  tersebut bisa menambah wawasan mahasiswa dengan tujuan saling memperbaiki dan mengoreksi  satu sama lain.

"Semoga kegiatan ini bisa menambah wawasan kepada teman -teman, dan kita saling memperbaiki, saling koreksi. Kita mengkritisi bukan berarti kita benci tetapi kita mengkritik karena kita menawarkan solusi yang akan di berikan dan itu adalah demi kesuksesan kita bersama," tuturnya.

Salah satu peserta kegiatan, Ordi malik menyampaikan, dengan adanya kegiatan tersebut dirinya merasa puas karena keluh kesahnya bisa terjawab dan itupun dalam lingkaran kekeluargaan.

"Dengan adanya kegiatan ini saya juga puas dengan karena unek-unek saya bisa diungkapkan, dan juga akhirnya diluruskan sama bapak ibu dosen," pungkasnya.(eman letto)

Persiapkan Kompetisi Debat, Ini Yang Dilakukan Manajer Debat Unitri

Add Comment
Suasana ruangan kelas debat, pada Rabu,(15/05)-Ben

Lpm-papyrus.com- Dalam mempersiapkan Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI) dan National University Debating Championship (NUDC) tahun depan, manajer kelas debat bahasa inggris Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang, Sulih Indradewi mengadakan rekrutmen anggota kelas debat bahasa inggris pada Rabu, (15/05).

Sulih Indradewi mengatakan bahwa
dalam rekrutmen tersebut tidak ada seleksi secara khusus dan kriteria-kriteria yang berat untuk calon peserta.

"Kami ingin melihat seberapa besar komitmen mereka, dan keinginan untuk mau belajar. Tidak ada seleksi secara khusus, tapi nanti secara natural akan ada seleksi alam," ujarnya.

Salah satu peserta kelas debat, Widy Kusuma mengungkapkan bahwa kelas debat tersebut akan sangat membantu sebagai wadah menyalurkan kemampuan berbahasa inggris.

"Kelas ini bisa menjadi wadah buat mengaplikasikan vocab bahasa inggris yang sudah kita punya. Jadi, temen-temen saya juga banyak yang udah hafal kosakata bahasa inggris tapi nggak ada tempat pengaplikasiannya. Jadi ini sangat membantu untuk menyalurkan kemampuan kita," pungkasnya.(ben)

Begini Kondisi Taman Singha Merjosari di Bulan Puasa

Add Comment
Taman merjosari Malang, di Jln.Mertojoyo selatan, sepi pengunjung, Selasa, (14/05), tini

Lpm-Papyrus.com- Bulan Ramadhan merupakan momen yang sangat dinantikan oleh umat muslim untuk menuaikan ibadah puasa. Hal tersebut membuat banyak rumah makan ditutup, aktivitas kuliah yang disesuaikan dengan jadwal puasa dan tidak ketinggalan taman Singha Merjosari yang terletak di Jl.Mertojoyo Selatan, Lowokwaru, Malang, sepi pengunjung. Dipantau papyrus, Selasa,(14/5) taman merjosari tampak lengang.

Diakui juru parkir, Epto Suprapto, bulan puasa sangat mempengaruhi turunnya jumlah pengunjung di Taman Singgah Merjosari.

"Kalau puasa suasana pagi hingga siang hari sepi. Akan kembali ramai setelah selesai Sholat Tarawih dan jika malam baru bertambah lagi karena yang datang dari berbagai kalangan," jelasnya.

Sementara itu, ketika wartawan papyrus sampai di lokasi beberapa mahasiswi Universitas Gajayana seperti salah satunya, Dilan, sedang berselfie ria menikmati suasana taman Singgah Merjosari diantara pengunjung lain yang bisa dihitung.

"Kita datang emang mau refreshing karna baru selesai UTS. Sebelumnya emang jarang kesini jadi kaget aja Taman Merjo sepi. Cuma beruntung juga jadi lebih leluasa berselfie ria," terang Dilan sambil tertawa kecil.(tini/jef).

Tampilkan Konsep Berbeda, Dies Natalis Himagri Beri Suasana Baru

1 Comment
Diesnatalies sekaligus forka himagri, senin, (13/05), di Gor Unitri Malang- elisa

Lpm-papyrus.com- Dies Natalis atau yang dikenal dengan peringatan akan hari lahir suatu organisasi atau lembaga, kembali dirayakan oleh himpunan mahasiswa agribisnis (Himagri), Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang di Gor Unitri. Acara tahunan tersebut dikemas dengan konsep acara yang memberikan kesan baru, Senin, (13/05).

Menurut Ketua Himagri, Bayudi Noval, konsep acara tahun ini bukan hanya sekedar perayaan biasa yang dirayakan tepat dihari lahir Agribisnis, namun acara tersebut dipoles dengan rangkaian kegiatan yang berlansung selama kurang lebih empat bulan.

"Jadi konsep acara tahun lalu kita kembangkan, jika dulu sekedar dies natalis saja, tetapi konsep sekarang sudah kita rangkai sejak bulan februari. Dari bulan februari itu, kita adakan kegiatan seperti bakti sosial dan pertandingan futsal himagri cup dan acara puncaknya tepat hari ini," jelasnya.

Yang lebih menarik lagi, adalah konsep diesnatalies tersebut juga membuka ruang komunikasi sekaligus sharing bersama dosen dan mahasiswa.

"Kita juga adakan forum komunikasi agribisnis (forka), disinilah momennya mahasiswa dan dosen saling sharing dan menyampaikan pendapat masing-masing," ujarnya.

Selain itu tema yang diangkat juga cukup menarik, karena tema tersebut menurut Noval mengajarkan kepada mahasiswa agribisnis jika manusia dilahirkan dari tanah dan dibesarkan tanah hingga pada akhirnya berbuah. Filosofi tersebut hendaknya dipahami oleh mahasiswa agribisnis.

"Tema yang kita angkat disini adalah zero to hero (nol untuk menjadi pahlawan) dalam arti tersirat, zero diibaratkan tanah dan hero diibaratkan buah dalam artian kita mahasiswa agribisnis dilahirkan dari tanah, dari titik nol dan di besarkan di tanah serta harus menghasilkan buah yang bermanfaat (pahlawan) bagi banyak orang," tuturnya.

Hal senada juga disampaikan, Ketua pelaksana, Bambang Kurniawan, acara tersebut menurutnya dapat menjadi moment bagi mahasiswa untuk bisa mendiskusi berbagai kendala yang dialami mahasiswa selama masa perkuliahan berlangsung dan bagaimana mengatasinya.

"Kita membantu memfasilitasi mahasiswa agribisnis dalam menyampaikan aspirasi baik kendala selama perkuliahan dalam satu semester atau persoalan lainnya. Ini dikemas dalam keluh kesah dari dosen ke mahasiswa dan dari mahasiswa ke dosen," ujarnya.

Acara yang diikuti tiga ratusan mahasiswa tersebut juga turut diapresiasi oleh salah satu peserta, Darma. Dia mengungkapkan bahwa dirinya sangat menikmati acara tersebut apalagi dengan adanya forum komunikasi, itu sangat membantunya untuk lebih paham dunia agribisnis.

" Saya merasa senang dan sangat menikmati acara ini, apalagi didalamnya ada forum komunikasi agribisnis, yang dimana kita bisa sharing bersama bapak dan ibu dosen tentang bagaimana dunia agribisnis dan hal-hal yang berkaitan dengan agribisnis," pungkasnya.(eman/tini/elisa)

Komisariat GMNI Fisip Unitri, Adakan PPAB Puluhan Anggota Baru

Add Comment

Caption Foto Suasana PPAB Anggota Baru GMNI Komisariat Fisip Unitri (Istimewa)

Lpm-Papyrus.com- Dewan pimpinan komisariat gerakan mahasiswa nasional Indonesia (GMNI) Fisip Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) adakan pekan penerimaan anggota baru (PPAB) yang diikuti peserta sebanyak 37 orang, dari beberapa komisariat di cabang malang, dan berlangsung di gedung koperasi UNITRI Malang, Minggu, (12/05).

Adapun tujuan dari kegiatan tersebut adalah membentuk anggota yang berjiwa revolusioner, dan menanamkan rasa cinta terhadap kemanusiaan dalam bingkai kegotongroyongan, seperti tema yang diangkat "Melahirkan pejuang pemikir, pemikir pejuang dengan semangat gotong royong".

Ketua Pelaksana, Bung Sipri mengatakan,  tujuan dari PPAB ini adalah untuk mempersiapkan anggota GMNI yang kelak siap dipakai sebagai calon-calon pemimpin masa depan bangsa dan negara.

"organisasi GMNI adalah organisasi pengkaderan. Untuk melanjutkan amanah dari organisasi maka perlu adanya anggota yang nanti malanjutkan tugas tersebut. Dan tentu diisi dengan pemikiran yang baik dan matang agar dipakai demi menjaga bangsa dan negara," tegas Sipri.

Hal senada juga disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Komisariat (DPK) Bung didi, tujuan dari kegiatan tersebut membentuk pribadi yang berjiwa sosial dan mampu bekerja gotongroyong. Hal tersebut kita lakukan melihat kondosi sekarang yang mana banyak pribadi yang individualis dan tidak mementingkan kebersamaan.

"Situasi saat ini, dengan industri 4.0 mendorong pribadi manusia menjadi individualistik, sehingga melalui acara yang diselengarakan hari ini, saya berharap ini sebagai serana untuk menggodok dan mengingatkan kembali anggota-anggota baru ini sehingga berjiwa gotongroyong," tegas didy usai kegiatan PPAB.

Lebih lanjut Bung Didi menambahkan, kegiatan tersebut berlangsung dengan baik dan sangat antusias oleh peserta, dan diakhiri dengan pembacaan janji anggota, penciuman bendera kebangsaan dan GMNI.

"Semoga dengan berjalannya acara PPAB GMNI Komisariat Fisip bisa terus melahirkan kader-kader yang progresif dan berdaya saing diera moderen ini," pungkasnya (asra)

Kosong yang Ganjil

Add Comment

Buatlah sekali-kali bacaan yang jelek dan ngawur; minimal mengurangi bebanku dari aku yang mencintaimu penuh seluruh. Biar aku hanya mencintai ragamu sebagai karya gila dari pencipta yang diam-diam kugilai tanpa harus menanggung hasrat akan puisi yang keluar dari jiwamu  pada setiap coret di setiap postingan atau bukumu yang ke sekian.

Kata-katamu hanya semakin menambah hasrat ingin melebur, hanyut, terseret dan surut pasang pada gelombang malam di saat bintang-bintang malu tapi enggan melewatkan kita yang bergulat; khayalku. Waras menurutmu? Tidak!
Sebab cukup! Cukup sudah membuatku gila! Aku sudah terlalu tua untuk larut dalam cinta sialan ini!

Sebab siapa kau?
yang tiba-tiba datang membicarakan ini itu di depanku, mengajakku ke sana atau kembali ke sini, hingga memelukku erat saat sedu sedan air mata bahagia atau saat luka menganga karna hidup. Dan tiba-tiba bersama secangkir bintang di langit kau pergi dengan satu peringatan yang tidak bisa ku ajak tanding.

"Aku perlu pergi. Perbincangan kita akhir-akhir ini tidak menghasilkan ide apa-apa. Aku sudah bosan denganmu!"
Selamat menuaikan ibadah mimpi. Mimpimu untuk membuat buku ke-5 atau hanyut dengan wanita yang kau impikan dan juga memimpikanmu. Kalian terlihat manis di seberang jalan saat kau genggam tangannya seusai percakapan perpisahan kita dan basa-basiku yang bukan diriku saat melepasmu tadi.

Kita cukup sampai disini.

Kita cukup sampai disini?
Hah, ngomong apa diriku. Malulah!

Kita tidak pernah sama memulai dari awal. Aku saja yang memiliki rasa itu. Tanpa topeng! Ku tunjukkan, ku perjuangkan, kuakui, kau ku doakan dan kau masih biasa saja. Tanpa topeng pula!
Kau membicarakan mimpi-mimpi dengan sorot gairah, membawaku ke buku-bukumu yang sudah usang dan membiarkanku menyaksikan tubuh setengah telanjangmu di pantai dan diseret kemana-mana oleh imajinasi yang kau bangun atas tokoh utama wanita dalam ceritamu.

Aku yang bodoh! Aku yang bodoh!

Malulah diriku. Belajarlah malu!

Yah, kau dari awal hanya butuh ditemani bukan untuk kulengkapi.

_______________


Aku, bukankah kita butuh jeda? Itu sudah sebulan berlalu. Kisah itu. Berdamailah barang sejenak.
Mari mempersingkat ini dengan obrolan kita berdua setelah dia pergi. Antara aku dan diriku. "Apakah kau sakit hati saat dia mengurai rambut wanita berlesung pipi itu?". "Aku kira tidak terlalu. Wanita itu memang manis. Dia layak mendapat yang istimewa dari pria perkasa yang dulu mengacak-acak rambutku,"

"Hemmm. Lalu saat mereka tertawa membaca bersama isi buku halaman 23 yang bercerita tentang gadis bodoh yang dia tinggal pergi untuk buktikan cintanya ke wanita itu, apakah kau murka?". "Aku tidak murka. Itu memang benar. Aku saja yang bodoh. Akh, bukankah ini sudah ku bilang berkali-kali? Aku saja yang bodoh."


"Lalu bila priamu itu jatuh sakit apakah kau akan mendoakannya?"
"Ganti kosakatamu untuk menyebutnya sebagai priaku!"
"Baik, baik. pria itu; bagaimana bila dia jatuh sakit?"
"Aku akan mendoakannya agar dia sembuh. Aku tidak akan memperdebatkan doa siapa yang paling ampuh. Antara namanya yang kuselipkan dalam doa-doaku setiap saat atau doa-doa wanita disampingnya setiap detik. Intinya dia harus sembuh!"

"Ini kedengaran sedikit menyakitkan, bukan? Bagaimana kita sudahi percakapan ini? Aku tak mau melihatmu menangis"
"Tidak, tidak. Tanyakan saja! Aku mau tuntaskan ini!"
"Pertanyaan terakhir. Bagaimana kau mendoakan dia bersama pasangannya?"
"Apa kau gila? Aku, aku masih belum mendoakan mereka berdua. Atau baiklah jika pertanyaanmu memintaku mengikhlaskan mereka. Aku berharap mereka akan berbahagia dan sampai di pelaminan. Doa singkat itu kan yang menjadi ketakutanmu? Sudah kudoakan. Puas?"

"Aku tak ingin buru-buru bilang amin untuk doamu. Mereka memiliki doa yang perlu mereka amini sendiri. Mungkin iya untuk pria itu. Tapi tidak bagi wanitanya."
"Maksudmu?"
"Aku melihatnya keluar dari kamar kos paman seminggu lalu. Kau ini pura-pura lupa atau takut berpikir itu tidak akan mengubah apapun?"
"Ayo pergi. Jalanan ini hampir lengang,"
"Kau seperti biasa selalu lari. Dasar pengecut!"

"Lalu maumu apa? Bukankah itu tidak akan mengubah apapun?

Jika mereka saling mencintai aku tidak apa-apa, jika pria itu bahkan tau telah dikhianati tapi tetap memeluknya, aku tak akan murka bahkan jika mereka menikah sekalipun, aku sudah siap!" Aku hampir memberi penekanan kepada setiap yang kukatakan. Yah, sebenarnya aku tidak ingin meyakinkan siapa pun. Aku hanya ingin meyakinkan diriku sendiri!

Tiba-tiba aku merasa kosong. Kosong yang ganjil. Benarkah yang kukatakan sedari tadi?

Aku mulai gugup. Tanganku gemetar di dalam saku jaket bulu domba. Mataku memerah. Jantungku berdetak cepat. Ini bukan aku!
Aku sejujurnya masih berharap menjadi penggenapnya. Aku malu tapi aku masih mau.
"Tapi akhirnya bila dia terluka dan tidak tahan lagi dia boleh kembali saja kepadaku! Aku ingin genap."
"Menggenapi kosongku yang ganjil dengan mencari tahu; apa lagi yang perlu ku lakukan agar kau tahu aku mencintaimu?" Tutup diriku. Aku dan diriku sama-sama sepakat.

Untuk menunggunya kembali.


Sial!!!

Oleh : Wartawan Lpm Papyrus

Tini Pasrin

Dari Improtensi untuk sosok sahabat

Add Comment
Lpm-Papyrus.com - Kepergian seorang sahabat dikala berjuang bersama meraih gelar sarjana membawa kepedihan tersendiri bagi himpunan mahasiswa jurusan teknik sipil (Importensi), Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang.
Foto setelah doa bersama, Sabtu, (11/05), Sabin

Lpm-papyrus.com - Kepergian seorang sahabat dikala berjuang bersama meraih gelar sarjana membawa kepedihan tersendiri bagi himpunan mahasiswa jurusan teknik sipil (Importensi), Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang.

Kepergian Sosok Daniel Alexandro Seran, mahasiswa teknik sipil angkatan 2016 atau yang biasa disapa Sandro ke hadapan Tuhan yang maha esa mendorong segenap mahasiswa teknik sipil menggelar doa bersama sebagai wujud solidaritas mereka dan belasungkawa, di Grahadi Unitri Sabtu (11/5).

Tatkala diwawancarai Papyrus, Ketua umum Improtensi, Dixi Alexander Udju  mengatakan bahwa Sandro adalah sosok anak yang sangat humoris dimata mereka. Oleh karena itu, kepergiannya membuat mereka sangat merasa kehilangan, dan sebagai bentuk cinta mereka kepadanya mereka sepakat untuk menggelar doa bersama.

"Sebagai bentuk kekeluargaan dan rasa cinta kami kepadanya, kami bersama teman-teman sepakat melakukan doa bersama untuk teman kami yang sudah berpulang," tuturnya.

Selain itu, Dixi juga mengungkapkan jika Sandro juga adalah anak yang berprestasi dibidang olahraga. Prestasi itu dibuktikan dengan keberhasilan teamnya dalam Unitri Cup tahun kemarin.

"Beliau toser volly tunggal dari Fakultas Teknik dalam ajang Unitri Cup tahun kemarin beliau bersama Fakultas Teknik meraih juara 3 volly putra di ajang unitri cup ," pungkasnya. (sabin/linda)