Malang

ORDA

Human Interest

Recent Posts

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Unitri Tampilkan Karya Seni Bertema Sampah

Add Comment

Lpm-papyrus.com - Mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2017 Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang mengadakan pameran fotografi di Taman Merjosari dengan menjadikan sampah sebagai karya seni, Minggu (06/01).

Pameran foto tersebut dilakukan untuk memenuhi tugas Ujian Akhir Semester (UAS) mata kuliah Dasar Fotografi.

Ketua Pelaksana pameran, Handrianus Siga Sorha, mengatakan bahwa kehidupan masyarakat tidak lepas dengan namanya sampah, oleh karena itu sampah juga bisa menjadi karya seni.

"Tujuan kami mengadakan pameran ini, yakni untuk memberikan penyadaran kepada mahasiswa maupun masyarakat untuk tidak sembarangan membuang sampah, dan memanfaatkan sampah sebagai sesuatu yang berguna dan bisa dijadikan karya seni," ungkap Handri saat ditemui dilokasi pameran.

Handry juga berharap dengan diadakannya pameran ini bukan hanya untuk mendapatkan nilai saja, tetapi memaknai karya seni dan nilai guna dari sampah itu sendiri

"Harapan saya dengan pameran ini bukan hanya untuk dapatkan nilai saja, tetapi menjadi batu loncatan teman-teman untuk mendapatkan karya-karya yang terbaik, " Harapnya

Selain itu Salah satu pengunjung pameran, Marcy Adiningsih Djami Lay, mengatakan bahwa kegiatan tersebut bisa  mengajarkan kepada masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

Hal senada juga disampaikan oleh Ibu  Meilia Shofa  Leader, anggota komunitas Trash Hero Tumapel yang pada saat bersamaan sedang mengadakan kegiatan bersih sampah, beliau mengatakan bahwa kegiatan tersebut dapat menjadi cara untuk memamerkan efek negatif dari sampah sehingga diharapkan bisa memberikan kesadaran kepada masayarakat.

" Harapan saya jangan sekali ini saja mengadakan kegiatan seperti ini, lebih  giat-giat lagi untuk mengadakan pameran foto  dan juga aksi, " ungkapnya kepada papyrus. sabin

Unitri Malang Adakan Pencerahan Sumber Daya Manusia Bersama Dosen dan Pegawai

Add Comment

Penyerahan nasi tumpeng dari Rektor Unitri Malang, Eko Handayanto kepada Perwakilan Yayasan Bina Patria Nusantara, Wani Hadi Utomo (Asra)

Lpm-papyrus.com - Universiatas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang  mengadakan  pencerahan sumber daya  manusia dengan semua dosen dan pegawai Unitri. Kegiatan ini dilakukan di Gedung Olahraga (GOR). Rabu, (02/01)

Acara tersebut dihadiri oleh semua civitas akademik dan pegawai Unitri. Acara tersebut juga merupakan acara syukuran bersama untuk mensyukuri  prestasi kampus Unitri yang baru saja mendapatkan Akderitasi B dari Badan Akderitasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).

Rektor UniversitasTribhuwana Tungadewi Malang Prof. Dr. Ir. Eko Handayanto,. M.Sc, dalam paparannya ketika memberi arahan kepada semua dosen dan pegawai Unitri, mengatakan bahwa pencerahan sumber daya manusia sangat penting bagi dosen dan pegawai Unitri.

" Dalam acara ini juga, kami mengundang orang-orang luar Unitri untuk membagi pengalaman di bidang sumber daya manusia agar bisa mendapat pencerahan baru di tahun 2019 ini. Dengan demikian kita bisa saling memberi suport kepada dosen-dosen dan pegawai Unitri dalam menjalankan tugasnya masing-masing," ujarnya

Lebih lanjut Prof. Eko Handayanto juga berharap, semua kalangan civitas akademik dan seluruh pegawai Unitri agar terus mementingkan sumber daya manusia yang ada. Hal ini diharapkan bisa menambah nilai postif perguruan tinggi itu sendiri dan bisa maju.

"Nilai yang kita ambil dalam acara pencerahan sumber daya manusia dan makan bersama ini adalah sebuah momentum positif yang kita perlihatkan bagi mahasiswa agar selalu menciptakan karya-karya yang bisa menambah predikat baik Unitri di kalangan masyarakat Indonesia," imbuhnya.

Acara ini juga tentunya bisa menambah kinerja yang bagus bagi dosen dan seluruh pegawai Unitri. Karena pencerahan sumber daya manusia juga bisa kita dapatkan ketika berhadapan dengan mahasiswa dan masyarakat. Dengan demikian kita bisa terus maju dan menjadi perguruan tinggi yang sesuai visi dan misi Unitri menjadi kampus kerakyatan yang berkompeten dan berkualitas. (asra)

Satukan Perbedaan Dalam Kasih, UAKM-K Logos gelar Natal bersama

Add Comment

Suasana perayaan Natal UAKM-K Logos. (Asra)

Lpm-papyrus.com - Unit Aktivitas Kegiatan Mahasiswa Kristen (UAKM-K) Logos Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang mengadakan acara Natal bersama dengan mengusung tema " Kasih Sempuna Menyatukan Perbedaan". Acara ini berlangsung di Gedung Olahraga (Gor). Jumat, (28/11).

Acara tersebut dihadiri semua anggota dan kepengurusan UAKM-K Logos Unitri. Tema Natal tersebut merupakan eksistensi kepedulian akan pentingnya kasih kepada sesama ciptaan Tuhan yang saling membutuhkan akan kebersamaan dalam hidup bersosial.

Ketua Pelaksana, Jhonson Kamendak, mengatakan bahwa kebersamaan dalam suasana Natal bersama, bukanlah hal yg biasa bagi teman-teman UAKM-K Logos. Bagi mereka kebersamaan dalam seiman Kristen merupakan yang terbesar dalam kasih persaudaraan untuk menyongsong natal yang kini dirayakan oleh semua umat Kristen di seluruh dunia.

Jhonson juga menambahkan juga bahwa acara tersebut juga merupakan program kerja Uakm-K Logos yang ketiga setelah kegiatan monitoring dan camp makris dilaksanakan oleh mahasiswa  angkatan 2018.

Hal senada juga di sampaikan ketua umum Uakm-K Logos Alfred Tawala Tanggumara bahwa Natal bagi umat kristen adalah wujud kasih Tuhan yang luar biasa bagi kita. Dimana Tuhan  hadir memberikan kasih yang sempurna bagi umatnya.

"Kita umat kristen harus tetap menjaga kata kasih persaudaraan kepada sesama ciptaan Tuhan. Kerena dengan kasihlah kita akan tetap menjaga kerukunan dan toleransi dalam menjalankan ibadah sebagai umat yang percaya pada kasih Tuhan," ujarnya

Beliau juga menambahkan bahwa tidak ada yang lebih indah selain mengasihi sesama ciptaannya.

"Saya pun berharap agar dengan moment natal bersama ini, kita sebagai mahasiswa kristen tetap saling mengasihi dan bisa menjadi cermin kemuliaan Tuhan yang punya karakter Kristus," pungkasnya. (asra)

Orda Mukun Malang Adakan Rapat Untuk Rayakan Natal Bersama

Add Comment


Suasana rapat Orda Mukun Malang (edu)

Lpm.papyrus.com  - Dalam rangka merayakan Natal bagi agama Kristen dan Katolik, Organisasi Daerah (Orda) Mukun Malang, adakan rapat untuk mengagendakan perayaan kecil-kecilan di tanah perantauan atau Kota Malang, Sabtu (22/12).

Walaupun cuaca tidak mendukung, namun antusias mahasiswa Orda Mukun tetap semangat dan termotivasi atas terjalinnya tali persaudaraan dan kebersamaan yang sangat berarti dimata mereka demi tercapainya perayaan Natal bersama di Kota Malang.

Ketua Pelaksana (Ketupel), Rikardus Walus mengatakan bahwa untuk melaksanakan perayaan Natal bersama tersebut dibutuhkan partisipasi dari seluruh anggota agar acara berjalan lancar.

"Untuk mempersiapkan acara natal bersama, kami membutuhkan partisiapasi anggota, Oleh karena itu semua anggota Orda diwajibkan mengumpulkan uang sebesar Rp 15.000 per anggota," ungkap Rikardus.

Rikardus Walus berharap semoga agenda perencanaan acara natal bersama ini dapat berjalan dengan baik dan sukses dalam pelaksanaannya demi kepentingan bersama. (edu)

Ramai Dibicarakan, Berikut Klarifikasi dari Pemilik Sertifikat

1 Comment
Screenhoot wa yang beredar disosmed (Istimewa)

Lpm-papyrus.com- Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang tengah ramai dengan beredarnya isu sertifikat yang dipermasalahkan oleh mahasiswa. Isu tersebut mulai menyebar luas sejak Rabu, (19/12). Pasalnya,kualitas keretas  sertifikat Orientasi Pendidikan (Ordik) tahun ajaran 2018 dinilai kurang pantas oleh sebagian mahasiswa.
Berawal pada pesan singkat Whatsapp (WA) yang kemudian tersebar luas melalui WA story.Pesan singkat yang ditampilkan, tidak hanya sebatas menampilkan sertifikat foto yang beredar tetapi juga ditambahkan beberapa kalimat. Dari foto yang beredar tersebut diketahui bahwa sertifikat tersebut merupakan milik salah satu mahasiswa angkatan 2018 yang bernama Wahyu Budi Asmarahani.
Berdasarkan penuturannya kepada tim Papyrus, Wahyu tidak mengetahui siapa yang telah dengan tidak bertanggung jawab menyebarkan foto sertifikatnya. Ia memang sempat membagikan foto tersebut pada story akun facebooknya, sebagai bentuk rasa bahagianya. Akan tetapi dia tidak menyangka sertifikat atas nama dirinya tersebut menjadi ramai diperbincangkan.
“Saya sangat  kaget dengan kejadian ini, waktu itu kan sekitar jam 10 pagi saya mengambil sertifikat saya memang pada saat itu ada salah satu senior yang meminta untuk melihat sertifikat saya. Tapi saya tidak menuduh dia juga, karena saya juga sempat share di story facebook saya,” jelas Wahyu Budi.
Pada awalnya foto sertifikat yang juga berisikan kritikan atas kualitas kertas bersebut baru diketahui oleh Wahyu pada saat ada yang mengirimkan pada group angakatannya. Atas kejadian ini Wahyu merasa sangat dirugikan dan sangat terganggu. Ia berharap secepatnya masalah ini selesai dan orang yang menyebarkan segera ditemukan. Wahyu juga merasa sangat dirugikan karena dengan adanya isu-isu yang merebak ini membuat aktifitas dan emosionalnya terganggu.
“Disini saya benar-benar menegaskan jika saya tidak pernah membuat dan menyebarkan hal tersebut. Pada awalnya saya justru tidak sadar bahwa yang tersebar tersebut adalah foto sertifikat atas nama saya. Setelah saya lihat ternyata itu adalah milik saya dan saya baru mengetahuinya dari kiriman di WA grup angkatan saya, setelah itu saya langsung menghubungi teman saya,  dan dia mengatakan kalau dia mendapatkan foto tersebut dari salah satu nomor yang juga masuk dalam group saya, akan tetapi orang tersebut tidak ada identitasnya dan nomornya tidak dapat dihubungi,” ungkap mahasiswa Program Studi Agribisnis tersebut.
Hal serupa juga diungkapkan oleh Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Agribisnis (Himagri), Bahiedin Noval. Menurutnya hal ini sangat tidak benar, memang sudah ada nama yang dicurigai sebagai penyebar foto atau gambar tersebut. Walaupun orang tersebut saat ini selalu menghindar, akan tetapi ia berharap orang tersebut segera mengakui.
“Ini sudah salah satu bentuk pencemaran nama baik, karena orang yang menyebar foto ini juga tidak mempunyai hak untuk menyebarkan apalagi tanpa adanya konfirmasi terlebih dahulu kepada Wahyu Budi Asmarahani. Terkait dengan tugas kami untuk mengusut kasus ini kami masih belum bisa memastikan siapa oknum dibalik semua ini,” jelasnya.
Sama seperti yang diungkapkan oleh Wahyu, Bahiedin juga mengatakan orang yang pertama kali menyebar ini juga masuk dalam group WA Prodi Agribisnis angkatan 2017 dan 2018. Akan tetapi berdasarkan informasi terbaru orang tersebut telah mengeluarkan diri dari kedua group tersebut. Namun orang tersebut tidak mengakui bahwa ia telah menyebarkan foto tersebut, sekaligus ia bukanlah mahasiswa Agribisnis.
“Khususnya kami dari kepengurusan Himagri masih akan terus mencari tau siapa yang telah menjadi oknum dibalik ini semua. Tapi hingga sejauh ini ada dua kemungkinan besar yaitu foto ini didapatkan dari sreenshoot stories facebook milik Wahyu, atau dari orang yang meminta foto kepada Wahyu seperti yang Wahyu jelaskan. Dan untuk siapa orangnya kita belum bisa memastikan, akan tetapi untuk orang yang kami curigai sudah ada. Semoga kasus ini cepat selesai dan menemukan jalan terbaik,” Pungkasnya. (unyil)

Maba Mempertanyakan Kualitas Kertas Sertifikat Ordik, Ini klarifikasi BEM Unitri!

1 Comment


Suasana BEM saat mengklarifikasi kepada HMJ dan mahasiswa terkait isu sertifikat (Asra)

Lpm-papyrus.com - Mahasiswa Baru (Maba) Angkatan 2018 Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang mempertanyakan kualitas kertas sertifikat Ordik kepada pihak penanggungjawab. Pihak yang dimaksud Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Biro  Kemahasiswaan. Menanggapi hal tersebut BEM dan Kemahasiswaan membuka ruang diskusi sekaligus klarifikasi terhadap isu kualitas kertas sertifikat bersama beberapa  Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) dan perwakilan maba di Ruang Hayam Wuruk, Kamis, (20/11).

Dalam rapat klarifikasi tersebut, pihak BEM dan Biro Kemahasiswaan menanggapi dengan serius  terkait isu yang beredar di media sosial tersebut. Isu kertas sertifikat A4 yang tidak bermutu menurut  mahasiswa baru angkatan 2018 ini, pihak BEM menghimbau agar  tidak disebarluaskan di media sosial.

Hal tersebut disampaikan Presiden Mahasiswa Unitri, Titus Kura, ketika menyampaikan klarifikasi terhadap isu yang sudah menyebar luas di media sosial terkait sertifikat ordik angkatan 2018. Titus memaparkan bahwa isu ini perlu dikaji agar menjadi bahan evaluasi supaya tidak  mencedrai nama kampus apalagi kampus Unitri baru mendapatkan akreditasi B beberapa minggu lalu.

"Terkait sertifikat yang sudah di bagikan kepada mahasiswa baru (Maba) tahun angkatan 2018 bukan kami dari badan eksekutif mahasiswa (BEM) yang cetak, tapi dari kemahasiswaan. Jelas memang itu tugas dan tanggung jawab dari panitia pelaksana,  namun pada saat kami pengajuan proposal dari pihak keuangan tidak di ACC untuk anggaran percetakan sertifikat, katanya mereka yg cetak, " ujar Titus saat rapat klarifikasi berlansung.

Lebih lanjut Titus menyampaikan bahwa pada hari senin yang lalu, ketika mereka membagikan sertifikat pada Maba, mereka juga menyarankan  agar menyampaikan keluhan jika tidak terima dengan kondisi keretas sertifikat yang tipis.

"Terkait sertifikat itu kalau misalnya tidak terima dengan sertifikat itu silahkan lapor di BEM atau Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), toh tidak ada satu orangpun yang melapor kepada kami, seiring berjalannya waktu tadi malam ada isu yang berkembang bahwah ada hastag di story whatsapp #semiskin ini kah bem?. Jadi kami dari BEM dengan melihat hal demikian tidak terima karena oknum itu tidak bertanggung jawab. Yang seharusnya dia mencari tau dulu kronologisnya seperti apa, dan apa lagi kampus kita baru naik akreditasi B," ujarnya.

Titus juga menghimbau seluruh mahasiswa Unitri tidak boleh menyebarkan lagi isu tersebut, untuk menjaga kondusifitas kampus, karena ketika isu ini semakin tersebar luas di media sosial maka dampaknya pun pasti negatif.

"Saya punya harapan besar agar isu ini cukup diredam dengan isu positif yang membangun dan mengharumkan nama baik Universitas," pungkasnya. (asra)

Kampanye Baca Buku, Mahasiswa Unitri Diajak Untuk Membaca

Add Comment

Mahasiswa sedang membaca buku di kantin kampus (Istimewa)

Lpm-Papyrus.com - Kepala Program Studi (KPS) Ilmu Komunikasi, Fathul Qorib, berserta beberapa mahasiswa Universitas Thribhuwana Tunggadewi (Unitri) melakukan kampanye baca buku, dengan berkumpul bersama di kantin kampus dan membaca masing-masing buku yang dibawa. Kampanye ini dilakukan dengan tujuan menarik perhatian mahasiswa akan buku. Sebuah pemandangan yang langka, yang sudah lama ditinggalkan mahasiwa, Kamis (20/12).

Fazar Sandria, Mahasiswa Ilmu Komunikasi, mengatakan bahwa kampanye baca buku ini dilakukan dengan tujuan untuk membudidayakan kebiasaan membaca yang sudah jarang dilakukan mahasiswa.

"Kata orang, baca buku adalah jendela dunia dan kita harus  mengenal jendela dunia itu, apalagi dengan melihat realita saat ini, bahwa mahasiswa lebih suka media sosial ketimbang membaca buku," ujarnya kepada papyrus.

Fathul Qorib juga menjelaskan bahwa saat ini mahasiswa malu membaca buku ditempat umum, karena akan dianggap sombong ataupun sok pintar. Anggapan ini yang harus di lawan dengan kampanye baca buku, dengan tujuan untuk kembali mengenalkan bahwa anggapan tersebut salah.

"Kita hanya berharap dengan kampanye ini, mahasiswa tidak malu lagi untuk membaca buku didepan publik, sehinggga mahasiswa Unitri akan benar-benar terlihat seperti mahasiswa," ujarnya.

Fazar juga mejelaskan bahwa pengagas ide ini adalah KPS Ilmu Komunikasi dan juga  Yuni Lasari, pendiri akun MHS Unitri. Ide ini diterima baik oleh beberapa mahasiswa Ilmu Komunikasi. Selain itu juga sebelum kampenye membaca buku ini ada, pernah digalakan juga gerakan ayo baca buku di Unitri.

"Awalnya pernah juga dilakukan reading challenges, tujuaannya adalah selalu mengajak mahasiswa untuk membaca buku," ujarnya.

Diakhir wawancara ,salah  satu Mahasiswi Jurnalistik, Lian, berharap dengan kampanye baca buku ini, mahasiswa Unitri akan sadar akan pentingnya membaca buku dan juga membuka jalan bagi mahasiswa agar mengenal buku lagi. (linda)